Archive for the ‘Manajemen Proyek’ Category

Manajemen Proyek [V]

October 29, 2010 - 11:36 am No Comments
  1. 1. Jelaskan keuntungan dan kerugian melakukan outsourcing

keuntungan menggunakan outsourcing :

  1. Biaya teknologi yang semakin meningkat dan akan lebih murah jika perusahaan tidak berinvestasi lagi tetapi menyerahkannya kepada pihak ketiga dalam bentuk outsourcing yang lebih murah dikarenakanoutsourcer menerima jasa dari perusahaan lainnya sehingga biaya tetap outsourcer dapat dibagi beberapa perusahaan.
  2. Mengurangi waktu proses, karena beberapa outsourcer dapat dipilih untuk bekerja bersama-sama menyediakan jasa ini kepada perusahaan.
  3. Jasa yang diberikan oleh outsourcer lebih berkualitas dibandingkan dikerjakan sendiri secara internal, karena outsourcer memang spesialisasi dan ahli dibidang tersebut.
  4. Perusahaan tidak mempunyai pengetahuan tentang sistem teknologi ini dan pihak  outsourcermempunyainya.
  5. Perusahaan merasa tidak perlu dan tidak ingin melakukan transfer teknologi dan transfer pengetahuan yang dimiliki outsourcer.
  6. Meningkatkan fleksibilitas untuk melakukan atau tidak melakukan investasi.
  7. Mengurangi resiko kegagalan investasi yang mahal.
  8. Penggunaan sumber daya sistem informasi belum optimal. Jika ini terjadi, perusahaan hanya menggunakan sumber daya sistem yang optimal pada saat-saat tertentu saja, sehingga sumber daya sistem informasi menjadi tidak dimanfaatkan pada waktu yang lainnya.
  9. Perusahaan dapat menfokuskan pada pekerjaan lain yang lebih penting.

Kelemahan outsourcing :

  1. Jika aplikasi yang di outsource adalah aplikasi yang strategic maka dapat ditiru oleh pesaingnya yang juga dapat menjadi klien dari outsourcer yang sama.
  2. Perusahaan akan kehilangan kendali terhadap aplikasi yang di  outsource-kan. Jika aplikasinya adalah aplikasi kritikal yang harus ditangani jika terjadi gangguan, perusahaan akan menanggung resiko keterlambatan penanganan jika aplikasi ini di outsource-kan  karena kendali ada di outsourcer yang harus dihubungi terlebih dahulu.
  3. Jika kekuatan menawar ada outsourcer, perusahaan akan kehilangan banyak kendali di dalam memutuskan sesuatu apalagi jika terjadi konflik diantaranya
  4. Perusahaan akan kehilangan keahlian dari belajar membangun dan mengopersikan aplikasi tersebut.
  5. Pelanggaran kontrak, yang banyak terjadi ketika vendor menjanjikan banyak hal yang kelihatan wah sebelum kontrak ditanda tangani, namun tidak dapat direalisasikan ketika kontrak sudah berjalan.
  6. Kontrak jangka panjang, dimana vendor menawarkan kontrak dalam jangka waktu yang relative panjang, dengan biaya yang mahal dan penalti pemutusan kontrak yang menyebabkan perusahaan tidak memiliki pilihan selain menjalankan kontrak sampai selesai.
  1. 2. Proses pengadaan sistem informasi pada instansi pemerintah pada umumnya melalui jalur tender, jelaskan pendapat anda terhadap tender yang dilakukan

Sistem tender pengadaan sistem informasi yang dilakukan oleh pemerintah telah menerakpan sistem online, hal ini untuk mengurangi tingkat kecurangan yang dilakukan oleh sebagian oknum yang ingin memenangkan tender tersebut. Maraknya tingkat kecurangan membuat pemerintah melakukan langkah antisipasi untuk menghindari kecurangan pada saat proses tender berlangsung. Sistem online ini sangat membantu rekanan dalam merancang dan melengkapi data-data yang dikirim melalui internet. Sehingga prosesnya menjadi lebih cepat. Akan tetapi rekanan dapat diizinkan mengakses website dan mendownload rencana kerja dari proyek yang ditenderkan setelah syarat pendaftaran dinilai sudah cukup dan pendaftaran masih banyak dilakukan secara manual dan bertemu langsung dengan panitia.

Namun proses tender ini juga memiliki berbagai kekurangan dan juga bisa menimbulkan kecurangan. Karena semua dokumen penawaran rekanan, hanya panitia yang tahu dan peserta tidak saling mengetahui kelengkapan dokumen masing-masing. tidak ada transparansi pada saat pemasukan penawaran dan pada saat evaluasi berkas penentuan pemenang. para rekanan tidak dapat lagi melakukan sanggahan karena mereka tidak memperoleh informasi yang jelas dan terbuka tentang kekurangan atau pun kelemahan berkas dari calon pemenang yang ditetapkan oleh panitia. Sistem ini belum tentu sepenuhnya transparan Malahan kemungkinan rekayasanya lebih besar peluangnya dibandingkan dengan sistem manual yang kasat mata, karena dapat dimonitor oleh siapa pun juga.

  1. 3. Jelaskan hal-hal apa saja yang mendorong suatu organisasi harus melakukan pengadaan aplikasi dengan melibatkan pihak luar organisasi.


  • Komitmen dalam memberikan kualitas

Kualitas menjadi faktor menentukan bagi perusahaan dalam mencari vendor. Perlu diketahui apakah vendor dapat memberikan kualitas seperti yang diharapkan. Saat ini ada begitu banyak penyedia jasaoutsourcing sehingga perusahaan harus selektif dalam memilih.

  • Harga

Pihak perusahaan juga menentukan batasan kemampuannya terutama dalam hal biaya bila menggunakan outsourcing. Tentunya tidak ingin bila ternyata biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam menerapkan outsourcing jauh lebih mahal sehingga pihak vendor juga harus berkompetisi dalam harga.

  • Reputasi

Referensi atau reputasi vendor sangat berpengaruh bagi perusahaan yang ingin menggunakan jasavendor. Suatu vendor yang telah terbukti dalam bidang outsourcing maka akan menjadi incaran bagi perusahaan yang ingin mengelola Sistem Informasinya.

  • Waktu kontrak yang bersifat fleksibel

Durasi penyelenggaraan outsourcing biasanya dibagi dalam tiga waktu yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang. Pihak perusahaan sangat memilih bila kontrak outsorcing lebih bersifat fleksibel dan tidak kaku guna menyesuaikan dengan perubahan perusahaan maupun lingkungan yang tidak dapat diprediksi.

  • Sumberdaya yang tersedia

Sumberdaya yang dimiliki oleh pihak vendor akan mempengaruhi perusahaan. Mengelola Sistem Informasi tentunya harus dijalankan oleh sumberdaya yang kompeten dalam bidangnya sehingga menghasilkan kualitas dan hasil yang memuaskan.

  • Persamaan budaya

Pihak perusahaan akan menjalin kerjasama dengan vendor yang artinya diusahakan memilih vendoryang memiliki budaya perusahaan yang sama sehingga lebih memudahkan dalam beradaptasi dalam lingkungan kerjanya.

  • Hubungan yang lebih terbuka

Jalinan kerjasama yang lebih terbuka akan sangat diminati oleh perusahaan dalam hal memilih vendor.Misalnya dalam mensikronkan antara harapan dan kebutuhan perusahaan dengan sistem outsourcingsehingga terdapat keterbukaan pada kedua belah pihak.

Manajemen Proyek [IV]

October 29, 2010 - 11:26 am No Comments
  1. 1. Identifikasi resiko yang mungkin terjadi pada proyek Sistem Informasi Penjualan, Pembelian dan Persediaan yang sedang anda kerjakan

Resiko sehubungan dengan biaya yang akan digunakan untuk menjalankan proyek.

Resiko Sehubungan dengan waktu yang sudah ditetapkan.

Resiko sehubungan dengan keseluruhan ukuran perangkat lunak dan teknologi yang akan dibangun atau dimodifikasi yang akan mendukung tim proyek, proses dan produk.

Resiko sehubungan dengan batasan yang dibebankan oleh manajemen atau pasar.

Resiko sehubungan dengan kepintaran pelanggan dan kemampuan pengembang untuk berkomunikasi dengan pelanggan dengan cara yang tepat.

Resiko sehubungan dengan komplesitas system yang akan dibangun dan  teknologi baru  yang dikemas oleh system.

resiko sehubungan dengan keseluruhan teknik dan pengalaman proyek oleh SDM yang akan melakukan tugas tersebut.

Resiko sehubungan dengan biaya yang akan digunakan untuk menjalankan proyek.

Resiko Sehubungan dengan waktu yang

  1. 2. Identifikasi sumber resiko dari soal no.1

Sumber resiko dana/biaya, sumber daya, jadwal, pelanggan, personil (staff & organisasi), teknologi.

  1. 3. Jelaskan contoh dari teknik dan strategi untuk merencanakan tanggapan resiko yaitu mencegah (avoidance), memindahkan (transference), mengurangi (mitigation), dan menerima (acceptance) dari kasus diatas.

1. Risk avoidance

memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas yang mengandung risiko sama sekali. Dalam memutuskan untuk melakukannya, maka harus dipertimbangkan potensial keuntungan dan potensial kerugian yang dihasilkan oleh suatu aktivitas.

2. risk mitigation

mengurangi kemungkinan terjadinya suatu risiko ataupun mengurangi dampak kerusakan yang dihasilkan oleh suatu risiko.

3. Risk transference

memindahkan risiko kepada pihak lain, umumnya melalui suatu kontrak (asuransi) maupun hedging.

4. Risk acceptance

Walaupun risiko tertentu dapat dihilangkan dengan cara mengurangi maupun mentransfernya, namun beberapa risiko harus tetap diterima sebagai bagian penting dari aktivitas.

Manajemen Proyek [IIIc]

October 28, 2010 - 2:13 am No Comments

Global Solution                                                           Prepared by :  Abdul Hafiz

Statemant of Project Scope                                         Date : September 5, 2010

General Project Informasi

Project Name : System Informasi PPP

Sponsor: Khalil Gibran, GS Manajemen

Project Manager : Abdul hafiz

Problem / Opportunity Statemant :

Dalam pelayanan pada umumnya, penggunaan sistem informasinya masih manual sehingga proses tersebut tidak dilakukan secara otomatis, dan akibatnya dibutuhkan kerja yang berulang untuk dapat membuat laporan.

_____________________________________________________________________________

Project  Objectivies:

Pembuatan laporan data pembelian, penjualan dan persediaan (PPP)  barang dapat dipermudah cara kerjanya serta penghematan dengan sistem informasi yang terkomputerisasi sehingga tingkat efisiensinya lebih tinggi dan mempersingkat pekerjaan dalam pembuatan laporan.

Project Description :

sistem informasi PPP ini akan mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan mengenai setiap proses pembelian, penjualan dan persediaan. sistem ini akan terintegrasi disetiap masing-masing manajemen, dimana pengelolaan databasenya dapat terdistribusi dengan baik.

Businees Benefits :

Akurasi laporan penjualan

Efesiensi waktu proses Order

Konsolidasi antara stock dan penjualan

Efesiensi arus informasi.

Membantu perancangan produk baru

Siklus hidup produk

Promosi

­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­Project Deliverables :

Sistem Informasi PPP  analisis system dan design

Sistem Informasi PPP system Programs

Sistem Informasi PPP documentation

Melakukan pelatihan/ Training procedure.

Estimated Project Duration :

5 Months

Manajemen Proyek [IIIb]

October 28, 2010 - 1:48 am No Comments
Global Solution Prepared : September 1, 2010

Project Charter

Project Name : Sistem Informasi PPP

Project Manager : Abdul Hafiz ( hafiz@gs.com)

Costomer : Manajemen

Project Sponsor : Khalil Gibran ( gibran@gs.com)

Project Start/End (Projected) : 9/1/2010-3/1/2011

Project Overview :

Project ini akan mengimplementasikan sistem informasi pembelian, penjualan dan persediaan (PPP) untuk digunakan pada menajemen dan divisi lain dalam rangka menjalankan proses bisnis dengan sistem yang terkomputerisasi. Dimana project sistem informasi ini, yang akan mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan. Selain itu juga dapat melaksanakan, mencatat, mengkalkulasi, membuat dokumen tentang informasi pembelian, penjualan dan persediaan untuk keperluan manajemen dan bagian lain yang berkepentingan.

Objectivies :

v  Menyajikan pemrosesan data tentang barang yang masuk dan yang keluar dengan cepat dan akurat.

v  Membuat system informasi yang dapat melakukan pengontrolan stok barang digudang

v  Mencegah pemborosan, karena membeli barang yang seharusnya tidak diperlukan

v  Mencegah permainan harga yang dapat merugikan perusahaan.

v  Mencegah pembelian fiktif.

v  Memperpendek masa transaksi dari mulai pesanan sampai barang datang.

v  Automatisasi  system akuntansi Penjualan

v  Mengurangi volume pekerjaan bagian akuntansi

v  Menghindari keterlambatan laporan akuntansi Penjualan

v  Mengurangi penyusutan  inventaris

Key Assumptions :

v  Sistem pengolahan data akan terdistribusi.

v  Penggunaan interface akan mudah diakses melalui web broser.

v  Sistem dapat mengakses database pelanggan.

v  Sistem lebih efisien dan terintegrasi.

Stakeholders and Responsibilities

Stakeholder   Role                         Responsibilities                           signatures

Khalil Gibran GB Manajemen      Project Vision, Resourses            Khalil Gibran

Khoiril Anwar CIO                           Monitoring, Resourses               Khoirul Anwar

Abdul Hafiz   Project Manager    Plan, Monitoring, Execute Project  Abdul Hafiz

Ricardo          Director Of sales      System Functionlity                         Ricardo

Alexander    GB Human Resourses  Staff Assignment                          Alexander

Manajemen Paroyek [IIIa]

October 28, 2010 - 12:59 am No Comments

Global Solution

Economic Feasibility Analysis

Year of  Project

Year 0

Year 1

Year 2

Year 3

Year 4

Year 5

Total

Net Economic Benefite

$0

$85,000

$85,000

$85,000

$85,000

$85,000

Discount Rate (12%)

1.0000

0.8929

0.7972

0.7118

0.6355

0.5674

PV of Benefits

$0

$75,892

$67,761

$60,501

$54,018

$48,230

NPV of All BENEFITS

$0

$75,892

$143,653

$204,154

$258,172

$306,402

$306,402

On-Time COSTS

($75,000)

Recurring Costs

$0

($35,000)

($35,000)

($35,000)

($35,000)

($35,000)

Discount Rate (12%)

1.0000

0.8929

0.7972

0.7118

0.6355

0.5674

PV of Recurring Costs

$0

($31,251)

($27,902)

($24,913)

($22,243)

($19,861)

NPV of All COSTS

($75,000)

($106,251)

($134,153)

($159,066)

($181,309)

($201,170)

($201,170)

Overall NPV

$105,232

Overall ROI- (Overall NPV/NPV of All COSTS)

0.52

Break Even analysis

Yearly NPV Cash Flow

($75,000)

$44,641

$39,859

$35,588

$31,775

$28,369

Overall NPV Cash Flow

($75,000)

($30,359)

$9,500

$45,088

$76,863

$105,232

Project Break-even occurs between years 2 and 3

Use first years positive cash flow to calculate break-evan fraction- ((39859-9500)/39859)= 0.761

Actual break-even occurred at 2.4 years

Manajemen Proyek [II]

October 28, 2010 - 12:52 am No Comments
  1. 1. Jelaskan bagaimana budaya organisasi dapat mempengaruhi keberhasilan proyek! Berikan contohnya.

Budaya organisasi merupakan sebuah ide dalam bidang studi organisasi dan manajemen yang menggambarkan psikologi, sikap, pengalaman, keyakinan dan nilai-nilai (dan nilai-nilai budaya pribadi) dari sebuah organisasi. keberhasilan proyek dalam organisasi karena terciptanya budaya organisasi yang baik dan saling bersinergi, sehingga dari tingkat organisasi paling tinggi akan melakukan kordinasi yang baik dengan level organisasi paling rendah, guna mencapai keberhasilan proyek itu sendiri.

  1. 2. Jelaskan kelebihan dan kelemahan dari masing-masing bentuk struktur organisasi.

Bentuk Sentralisasi

Sentralisasi Adalah sejauh mana otoritas pengambilan putusan terkonsentrasi pada tingkat yang lebih tinggi dalam sebuah organisasi. Dalam perusahaan terpusat, keputusan penting yang dibuat pada tingkat yang lebih tinggi dari hirarki.

Kelemahan :

sentralisasi operasi bisa juga menyebabkan inefisiensi dalam pengambilan keputusan.

Kelebihan :

Beberapa karyawan lebih nyaman dalam sebuah organisasi dimana manajer mereka percaya diri memberi petunjuk dan membuat keputusan. Sentralisasi juga dapat menyebabkan operasional yang lebih efisien, terutama jika perusahaan yang beroperasi di lingkungan yang stabil.

Bentuk Formalisasi

Formalisasi adalah sejauh mana sebuah kebijakan organisasi, prosedur, deskripsi kerja, dan aturan-aturan tersebut ditulis dan diartikulasikan secara eksplisit. struktur formal adalah mereka di mana ada banyak aturan tertulis dan peraturan.

Kelebihan :

sehingga karyawan memiliki otonomi sedikit untuk memutuskan berdasarkan kasus per kasus.

membuat perilaku karyawan yang lebih diprediksi.

Karyawan mampu menangani setiap masalah dengan mengacu pada buku panduan proseudur yang ada.

Kelemahan :

Inovasi dalam bekerja menjadi berkurang.

Pengambilan keputusan strategis terjadi ketika hanya ada krisis saja.

Kurangnya motivasi dan kepuasan kerja.

Lambatnya dalam pengambilan keputusan dan tindakan.

Bentuk Tingkat Hirarki.

Elemen penting lainnya struktur perusahaan adalah jumlah tingkat itu dalam hierarki perusahaan.

Kelebihan :

Menjaga ukuran organisasi konstan,

Memiliki beberapa lapisan manajemen antara karyawan garis depan dan tingkat atas.

Manajer dapat lebih memantau kinerja karyawannya.

karyawan merasa  keamanan kerja yang lebih besar.

Kelemahan :

Manajer tidak yakin dari apa yang diharapkan dari seorang pekerja di tempat kerja.

peluang kemajuan akan lebih terbatas karena ada lapisan manajemen yang lebih sedikit.

Bentuk Departmentalization.

Organisasi yang menggunakan struktur fungsional Pekerjaan kelompok berdasarkan kesamaan dalam fungsi. struktur tersebut dapat memiliki departemen seperti pemasaran, manufaktur, keuangan, akuntansi, sumber daya manusia, dan teknologi informasi.

Kelebihan:

struktur Fungsional cenderung efektif bila suatu organisasi tidak memiliki banyak produk dan jasa yang memerlukan perhatian khusus.

struktur fungsional lebih efektif dalam lingkungan yang stabil yang lebih lambat untuk berubah.

organisasi yang menggunakan divisi produk lebih lincah dan dapat melakukan lebih baik di lingkungan yang bergejolak.

dapat meningkatkan inovasi dan mengurangi waktu respon.

Setiap divisi mempunyai peran dan tanggung jawab masing-masing.

Kelemahan :

Setiap divisi akan dituntut untuk mempunyai target yang tinggi,

Produk yang dihasilkan bisa menjadi kurang berkualitas.

  1. 3. Berikan contoh bagaimana kemampuan dalam memimpin, komunikasi, negosiasi, pemecahan masalah, mempengaruhi organisasi dan memotivasi orang diperlukan dalam manajemen proyek.

Kemampuan dalam memimpin.

Dalam suatu organisasi seseorang/individu harus mempunyai jiwa kepemimpinan  yang baik yang berasal dari dirinya sendiri terlebih dahulu. Sehingga Jiwa kepemimpinannya akan terbawa ke dalam suatu team di dalam organisasi tersebut. Dimana dengan jiwa kepemimpinan yang dimiliki akan membawa organisasi tersebut kearah yang lebih baik.

Kemampun dalam komunikasi.

Komunikasi yang baik itu penting di dalam suatu organisasi, dalam penyampaian informasi baik itu dilingkungan internal maupun eksternal organisasi dengan kata lain partner kerja. Kemempuan komunikasi sangat diperlukan, baik dari level top manajemen hingga ke level yang paling bawah di organisasi bisa berdampak pada kinerja organisasi tersebut.

Kemampuan dalam Pemecahan masalah

Setiap organisai tentu tidak luput dari setiap masalah, oleh karena itu manajemen harus jeli dalam melihat perkembangan yang terjadi didalam organisasi. pemecahan masalah yang cepat dan pengambil kuputusan bijak  sangat mempengarui berjalannya operational pada organisasi itu. Sehingga operational sehari-hari bisa berjalan normal kembali.

Kemampuan dalam negoisasi.

Salah satu keberhasilan organisasi dalam mengerjakan suatu proyek ialah tidak terlepas dari proses negoisasi dari berbagai pihak. Baik dari pihak rekanan / partner maupun kepada anggota organisasi itu sendiri. Yang mana dari hasil negoisasi tersebut bisa dilakukan kesepakatan dalam melakukan kerjasama guna membangun keberhasilan dari proyek itu sendiri.

Kemampuan dalam mempengaruhi organisasi dan memotivasi orang.

Orang yang bisa mempengaruhi suatu organisasi dan memotivasi orang lain biasanya memiliki integritas yang tinggi, karenan orang yang memiliki integritas yang tinggi mempunyai perkembangan yang seimbang dan sinergis atas semua dimensi manusia secara berkelanjutan. Sehingga peranannya di dalam organisasi kerap kali menjadi acuan atau pedoman untuk menjadi lebih baik oleh rekan kerjanya.

Manajemen Proyek [I]

October 26, 2010 - 2:49 am 1 Comment
  1. Berikan contoh kegagalan seperti apa yang terjadi pada setiap proses manajemen proyek (tahap inisiasi, perencanaan, eksekusi, pengendalian dan akhir proyek).

à

1. Tahap Inisiasi

Ini merupakan langkah awal, dimana kita sebagai pengembang TI harus bisa mendiskripsikan kebutuhan TI dari client kita sesuai dengan apa yang dibutuhkan dilapangan. Ini penting sehingga nantinya TI yang dibuat bisa betul-betul bermanfaat untuk client. Jangan sampai terjadi (dan ini sudah banyak terjadi) client tidak bisa memanfaatkan TI yang diimplementasikan di tempatnya, hal ini terjadi karena client tidak mengerti manfaat apa yang bisa diambil dari implementasi TI tadi, misalnya pembuatan2 website untuk kantor pemerintahan.

2. Perencanaan

Pada tahap ini hendaknya kita bisa mendeskripsikan mengenai proyek yang akan kita kerjakan mulai dari tujuan proyek, Detail kegiatan yang rinci, waktu pengerjaan kegiatan. Banyak tools yang bisa dipergunakan untuk membantu membuat dokumentasi ini. Di sini saya menggunakan egroupware, software ini bersifat freeware. Proses perencanaan ini akan menjadi panduan pengerjaan proyek di lapanga, diharapkan dengan adanya panduan ini kegagaran proyek karena adanya hambatan dapat di minimalisasi.

3. Tahap Pelaksanaan.

Laksanankan proyek sesuai dengan jadwal. Dilapangan tentunya akan sangat mungkin timbul hambatan, karena implementasi setidaknya akan mengubah proses bisnis dan kebiasaan SDM dalam pengoperasian sistem ditempat client. Sangat mungkin penterjemahan proses bisnis oleh pimpinan proyek tidak sesuai dengan kebutuhan atau yang dinginkan user, dan ini harus dilaporkan pada pemilik proyek, karena ini bisa menjadi faktor keterlambatan penyelesaian proyek. Dibutukan kemonikasi antara pimpinan proyek dan pemilik proyek sehingga nantinya Sistem yang dihasilkan benar-benar valid dalam arti pas sesuai dengan yang diinginkan dan dibutuhkan user, sehingga akan betul-betul bermanfaat untuk user.

4. Tahap Pengontrolan

Pada tahap ini dilakukan pengawasan terhadap kegiatan proyek apakah sesuai dengan perencanaan atau tidak. Kalau ada kecendrungan proyek itu akan selesai tidak pada waktunya maka harus sesegera mungkin diambil tindakan2 solusi untuk mengatasinya

5. Tahap Pentutupan

Ini merupakan tahap terakhir dari pengerjaan sebuah proyek. Dokumentasi sangat penting. Buatlah laporan proyek secara lengkap dan jelas. Untuk sebagian pengembang setelah tahap ini selesai maka selesai pula hubungan kerja, padahal pada tahap ini bisa menjadi awal pembicaraan untuk langkah pengembangan kedepannya akan seperti apa, bisa jadi akan terjadi adanya kesepakatan baru.

2. Berikan beberapa contoh proyek yang gagal dan proyek yang berhasil yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia saat ini.

à

Kegagalan Proyek Pemerintah pada Monorel Jakarta.

kegagalan PT Jakarta Monorail (PTJM) sebagai pihak pembangun dan pemegang konsesi pengelolaan selama 30 tahun Monorel Jakarta tidak dapat meneruskan pembangunan infrastruktur proyek Monorel Jakarta karena kekurangan dana. Dua jalur Monorel yang akhirnya ditetapkan untuk dibangun itu adalah Jalur Hijau dengan rute Kuningan Senayan dan Jalur Biru dengan rute Kampung Melayu Roxy.  Tahun 2005 lalu banyak yang mengatakan bahwa Monorel adalah sekedar proyek saja bukan solusi. Sekarang barulah diakui oleh banyak pihak bahwa dua jalur itu bukanlah jalur yang menguntungkan. Apabila diteruskan proyek Monorel akan merugi karena dua jalur itu bukan rute yang banyak penumpangnya. Tidak menguntungkanya proyek inilah menjadi salah satu penyebab tidak adanya investor yang mau terlibat menanamkan modalnya. Dan di tengah-tengah kekacauan proyek Monorel, mulai tahun ini DKI Jakarta hendak membangun enam ruas jalan tol dalam kota. Pembangunan jalan yang akan menghabiskan dana Rp. 23 triliun itu akan melewati lokasi Kemayoran-Kampung Melayu, Rawa Buaya-Sunter, Kampung Melayu – Tanah Abang, Sunter-Pulogebang, Pasar Minggu-Casablanca, Ulujami-Tanah Abang.

Dibangunnya enam ruas jalan tol dalam kota ini jelas telah menghantam dan menabrak rencana mendukung pola trnasportasi umum dengan menekan penggunaan kendaraan pribadi ,Keberadaan enam ruas jalan tol dalam kota tersebut jelas nantinya menambah rugi dan tidak ada gunanya membangun Monorel karena mobil pribadi masih diberi ruang.

Keberhasilan Proyek Pemerintah pada jembatan Suramadu.

Jembatan Suramadu dimulai pembangunannya pada tanggal 20 Agustus 2003, secara resmi dicanangkan pembangunannya oleh MEGAWATI SOEKARNOPUTRI Presiden RI saat itu.

Jembatan ini akan menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura melalui jalan darat, diharapkan ketimpangan sosial dapat segera direduksi. Arus transportasi yang cepat dan efektif akan membuat perkembangan Madura segera melejit, bersaing dengan daerah-daerah lain.

Konstruksinya terdiri dari 3 bagian yaitu causeway, approach bridge dan main bridge. Dari total panjang jembatan sejauh 5.438 m terdiri dari causeway sisi Surabaya 1.458 m, causeway sisi Madura 1.818 m. Bentang tengah panjang keseluruhan mencapai 2.162 m terdiri dari dua approach bridge masing-masing 672 m dan main bridge sepanjang 818 m. Panjang jalan pendekat di sisi Surabaya mencapai 4,35 km dan di sisi Madura 11,50 km.

Pengubung pulau yang memakan biaya hingga Rp4,5 triliun ini menyediakan akses khusus sepeda motor. Letaknya di sisi kanan dan kiri jembatan dengan lebar masing-masing 3,05 meter. Total lebar jembatan mencapai 30 meter (2 x 15 meter). Di tiap jalur (arah Surabaya maupun arah Madura) akan ada jalur lambat masing-masing berukuran 2,2 meter. Kemudian, di tiap jalur akan ada dua jalur cepat yang masing-masing selebar 3,5 meter.

Selain konsorsium nasional, yang juga memiliki peranan penting dalam pembangunan jembatan Suramadu adalah perusahaan konstruksi dari Republik Rakyat China yang membangun bentang tengahnya. Perusahaan konstruksi RRC ini sampai harus menyediakan steel box girder yang besarnya bukan main. Steel box girder ini dibuat di RRC. Pengirimannya memakan waktu cukup lama dalam 4 kali pengiriman selama 30 hari. Itu pun masih harus dirakit lagi di Gresik. Dan hal hasil  Proyek Pembangunan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura akhirnya dapat diselesaikan dengan baik.

3. Carilah sebuah website. Berikan komentar anda tentang kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh website tersebut.

à

Kelebihan dan kekurangan pada website e-bay.

Seorang seller/buyer cukup mengisi form yang telah disediakan. Tapi, tentu saja sebelum si seller bisa mengisi form tersebut, dia diwajibkan untuk menjadi anggota eBay wajib mendaftar di eBay dulu. Setelah mendapatkan account eBay, barulah dia bisa menjadi seorang seller, ataupun buyer.

Dengan memajang atau menjual barang di eBay, berarti kita akan mendapatkan kesempatan untuk menjangkau ke lebih dari 100 juta anggota eBay, dari seluruh dunia. Itulah salah satu kelebihan yang kita dapat saat menjual di eBay. Dan dengan sedikit keberuntungan, banyak pengalaman, serta ditunjang keahlian, bukan tidak mungkin kita akan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda di eBay.

Untuk menjadi seorang buyer dan melakukan bidding di eBay, semuanya tidak dikenakan biaya. Tidak ada fee yang harus dibayar. Cukup dengan mendaftar dan menjadi anggota eBay (yang juga gratis). Seorang anggota eBay, bebas mencari barang, dan melakukan bidding sebanyak yang dia mau. Anggota juga bebas menawar atau melakukan bidding, setinggi yang dia mampu. Tapi ada yang perlu diingat, saat dia melakukan bidding, berarti anggota berkewajiban untuk membayar barang yang di bidding-nya itu, jika ternyata dialah yang menjadi pemenang. Dengan melakukan bidding, itu sama artinya anggota sedang menandatangani sebuah kontrak. Jadi, anggota tersebut berkewajiban untuk memenuhi kontrak tersebut. Biaya

Kelemahan pada e-bay yaitu pengiriman yang lebih besar dari harga barangnya sendiri dan masih banyak user yang belum percaya pada keamanan transaksi perdagangan. Selain itu Kemungkinan adanya  pihak-pihak yang memanfaatkan eBay untuk melakukan penipuan.