Archive for the ‘Perancangan Strategi System Informasi’ Category

Perancangan Strategi System Informasi [VIII]

February 1, 2011 - 6:25 am No Comments
  1. 1. Bagaimana menentukan potensi masa mendatang


Umtuk membangun potensi masa yang akan datang

Langkah kreatif untuk menghasilkan ide-ide tersebut termasuk dalam kategori :

- high potential, atau

- strategic

Analisis terhadap situasi saat ini mungkin menghasilkan kebutuhan aplikasi yang baru, pada setiap kuadran; meskipun kadang-kadang lebih kearah Key-Operational atau Support. Selanjutnya diperlukan langkah dalam konsolidasi antara aplikasi strategic dan high-potential dengan menentukan kebutuhan kearah bagaimana mengatasi weaknesses dari aplikasi Key- Operational dan Support tersebut.

CSF membantu menentukan bagaimana aplikasi strategic yang penting, sehingga aplikasi highpotential dapat menyediakan peluang-peluang baru, serta aplikasi Key-Operational dan Support dapat mengeliminasi kelemahan yang ada.


  1. 2. Bagaimana melakukan analisis rantai nilai eksternal dan internal


Analisa value chain internal untuk mengidentifikasi apa yang seharusnya dilakukan dan bagaimana caranya melakukan, oleh organisasi agar sasaran bisnis dapat dicapai. Analisis organisasi menggambarkan bagaimana struktur proses bisnis melakukan hal itu, dan jika mungkin dapat melihat adanya ketidak cocokan didalamnya. Apabila hal ini kurang diperhatikan

maka akan dapat berakibat diperolehnya gambaran yang tidak tepat.

Value chain juga memberikan kepada organisasi dasar yang jernih bagaimana setiap bagian dalam struktur organisasi berinteraksi, memahami berbagai terminologi yang berlaku didalamnya dan dapat menganalisis proses bisnis kunci dan aktifitas untuk akhirnya merumuskan berbagai persyaratan sistem yang diperlukan. Oleh sebab itu sangatlah penting dapat memahami dengan tepat manakah diantara proses tersebut merupakan primary activities, untuk melihat hubungan didalamnya. Selanjutnya sistem atau aplikasi yang dikembangkan akan lebih berdasarkan kepada

organisasi (proses bisnis) daripada erspektif value chainnya

- aliran informasi dalam industri dan bagaimana informasi kritikal sangat fungsional dalam industri dan mempengaruhi keberhasilan perusahaan dengan menentukan dimana, kapan informasi tersedia, siapa yang memiliki informasi tersebut dan bagaimana informasi tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan keunggulan perusahaan

- informasi-informasi yang dapat atau mempengaruhi perpindahan antara customer, supplier dalam rantai nilai untuk meningkatkan kinerja bisnis, saling mempengaruhi dalam meningkatkan melalui shraing benefit

- seberapa efektif aliran informasi dari primary proses dan bagaimana digunakan,tergantung :

o pada setiap aktifitas yang perlu dioptimalkan kinerjanya

o menghubungkan aktifitas2 secara bersama dan menghilangkan biaya yang tidak perlu

o membuat aktifitas pendukung ikut berperan meningkatkan value, bukan menghalanginya

Perancangan Strategi System Informasi [VII]

February 1, 2011 - 6:20 am No Comments
  1. 1. Bagaimana cara menyelaraskan strategi investasi IS/IT dengan bisnis

Pengembangan strategi bisnis yang efektif sebaiknya dimulai dari tiap business area; lalu menggambarkan keterkaitan diantaranya, sehingga akhirnya akan diperoleh hasil rencana bisnis keseluruhan organisasi. Dan Pengembangan strategi bisnis dapat dilakukan dalam berbagai cara, tetapi, mungkin yang paling efektif jika organisasi dianggap sebagai suatu kelompok (strategis) unit usaha. Pertimbangannya  didasarkan pada: analisis situasi dan penilaian kompetitif, evaluasi pilihan strategis, dan alokasi sumber daya dinamis.

Contoh :  unit-bisnis marketing dapat dihubungkan dengan unit bisnis produksi dan lainnya; Selanjutnya diadakan analisis portfolio, misalnya dengan identifikasi dari masing-masing unit seberapa besar kontribusinya terhadap tingkat demand.


  1. 2. Jelaskan teknik analisis rantai nilai

Analisis rantai nilai adalah penilaian terhadap suatu aktivitas yang menghubungkan aktivitas lain dengan pemasok, pelanggan, pesaing sehingga perusahaan dapat menentukan tindakan apa yang mesti dilakukan, terutama berkaitan dengan pengembangan aplikasi. Analisis rantai nilai juga  menggambarkan aktivitas yang terjadi dalam bisnis dan menghubungkan aktivitas tersebut menjadi sebuah analisis dari kekuatan persaingan bisnis.

  1. 3. Jelaskan yang dimaksud dengan analisis rantai nilai eksternal

Analisis rantai nilai eksternal digunakan untuk mengidentifikasi entitas bisnis yang terkait dengan perusahaan. Tujuannya untuk merangkaikan hubung-an antara satu entitas dengan yang lain, melalui aliran-aliran produk, jasa dan/atau informasi yang keseluruhannya menjadi memberikan lingkup lingkungan eksternal perusahaan.

Pada ratai nilai eksternal agar memperoleh hasil yang maksimal, sumberdaya industri perlu diarahkan ke aktifitas yang memberikan pertambahan nilai produksi/jasa yang efisien serta memberi kepuasan bagi pelanggan. Bila informasi kurang sempurna, maka sumberdaya menjadi tidak efisien, hal ini berakibat bertambahnya biaya produksi tanpa memberikan dampak. peningkatan revenue; sebaliknya jika informasi cukup baik, selain proses produksi dan layanan lebih baik, maka akan meningkatkan profit perusahaan dibanding pesaingnya

http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:_SFLfv–6a4J:puslit.petra.ac.id/journals/pdf.php%3FPublishedID%3DINF07080101+analisis+rantai+nilai+eksternal&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESjE1bgsc77AhaqX_kR1VBJaGPbvo0kbfzvrB6GsbMGHd0L34Jk2lY6Ft2EX3JuZA9VBC0WKTp7JQYLID4t6ZdTrbnS71Q9I_Dp2dZEtuIkXarhyJHcz1WTxBNupRMG-1xALQGKs&sig=AHIEtbTAgp5J1am5JQGOEd5O_Tfh2XbVAw

  1. 4. Jelaskan rantai nilai internal

Value chain dalam perusahaan disebut rantai nilai internal, merupakan tools untuk menilai dan mencari cara meningkatkan operasional perusahaan. Analisis rantai nilai internal digunakan untuk mengidentifikasi proses-proses yang terjadi di dalam perusahaan dan memberikan margin tertinggi bagi konsumen. Dan dalam proses strategi IS/IT sebuah aplikasi harus mendukung fungsi bisnis dan dapat mengoptimalkan kinerja perusahaan. Secara keseluruhan seharusnya dapat menciptakan model bisnis baru agar operasi lebih efisien.

http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:_SFLfv–6a4J:puslit.petra.ac.id/journals/pdf.php%3FPublishedID%3DINF07080101+analisis+rantai+nilai+eksternal&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESjE1bgsc77AhaqX_kR1VBJaGPbvo0kbfzvrB6GsbMGHd0L34Jk2lY6Ft2EX3JuZA9VBC0WKTp7JQYLID4t6ZdTrbnS71Q9I_Dp2dZEtuIkXarhyJHcz1WTxBNupRMG-1xALQGKs&sig=AHIEtbTAgp5J1am5JQGOEd5O_Tfh2XbVAw )

  1. 5. Bagaimana penggunaan rantai nilai tsb.

Model sebagai hasil penggambaran analisis value chain, selanjutny akan dimanfaatkan untuk melakukan analisis bisnis yang akan datang :

-aliran informasi dalam industri dan bagaimana informasi kritikal sangat fungsional dalam industri dan mempengaruhi keberhasilan perusahaan dengan menentukan dimana, kapan informasi tersedia, siapa yang memiliki informasi tersebut dan bagaimana informasi tersebut

dapat digunakan untuk meningkatkan keunggulan perusahaan

- informasi-informasi yang dapat atau mempengaruhi perpindahan antara customer, supplier dalam rantai nilai untuk meningkatkan kinerja bisnis, saling mempengaruhi dalam meningkatkan melalui shraing benefit

- seberapa efektif aliran informasi dari primary proses dan bagaimana digunakan,tergantung :

o pada setiap aktifitas yang perlu dioptimalkan kinerjanya

o menghubungkan aktifitas2 secara bersama dan menghilangkan biaya yang tidak perlu

o membuat aktifitas pendukung ikut berperan meningkatkan value, bukan menghalanginya


Perancangan Strategi System Informasi [VI]

January 18, 2011 - 7:49 am No Comments
  1. 1. Apa sajakah peranan diagram dalam PSSI

Diagram dipakai untuk menggambarkan kejadian penting (facet) sebuah rancangan yang rumit sehingga sedapat mungkin menjadi mudah dipahami. Diagram bermanfaat untuk sarana utama untuk berkomunikasi antara para analis, perancang dan perencana; selain itu diagram juga berguna untuk menyederhanakangambaran seluruh fase kegiatan pengembangan sistem, agar lebih mudah dimengerti; selain itu diagram juga menyediakan sarana bagi pembuatan dokumentasi secara langsung.


  1. 2. Jelaskan diagram dekomposisi

Pada diagram ini pada umumnya tidak mementingkan urutan dari unit-unit yang digambarkan. Diagram ini adalah alat bantu utama pada teknik analisis dan perancangan terstruktur. Gunanya untuk lebih memudahkan pemahaman dari suatu organisasi ataupun proses. Diagram ini juga sangat membantu untuk menggambar teknik analisis dan perancangan terstruktur serta untuk mendapatkan gambaran dari proses-proses yang terdapat di dalam sistem yang merancang serta hubungannya dengan proses-proses lain dalam system.

Sebelum menyiapkan diagram dekomposisi, sebaiknya harus memisahkan sistem menjadi subsistem utama atau fungsi. Jelas bahwa buku pelajaran SISTEM PERSEDIAAN dapat dibagi ke dalam dan subsistem ORDER PENJUALAN. Di bawah subsistem PENJUALAN merupakan pengisian REQUEST BUKU dan mempersiapkan PENERIMAAN PENJUALAN. Di bawah subsistem ORDER terdapat  analisis Buku Teks DAFTAR MASTER untuk menentukan berapa banyak dari setiap buku untuk membeli, penyusunan ORDER PEMBELIAN dan memperbarui persediaan ketika sebuah SLIP PACKING dengan pesanan yang diterima.

  1. 3. Jelaskan diagram dependensi

Diagram yang menggambarkan urutan dari kegiatan yang satu menuju pada kegiatan berikutnya. Biasa digunakan untuk menganalisis proses-proses yang dibutuhkan pada suatu area bisnis.

Dan diagram dependensi adalah representasi visual dari grafik dependensi. Diagram dependensi juga merupakan bagian integral dari pengembangan perangkat lunak, menguraikan kompleks, hubungan timbal balik dari berbagai elemen fungsional. Biasanya dalam diagram ini, terdiri dari panah titik dari setiap modul modul lain yang berada pada diagram dan digunakan sebagai bantuan untuk normalisasi dalam desain database.

  1. 4. Jelaskan diagram aliran data

Diagram yang menggambarkan prosedur dan aliran data diantara prosedur-prosedur tersebut. Digunakan ini digunakan untuk memetakan prosedur yang membutuhkan untuk diotomatisasi.

Diagram aliran data adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan prosedur dan aliran data dalam sistem, sumber dan tujuan data, proses yang mengolah data tersebut serta tempat penyimpanannya. Sebagai perangkat analisis,model ini hanya mampu memodelkan sistem dari satu sudut pandang yaitu sudut pandang fungsi. Diagram ini digunakan ini digunakan untuk memetakan prosedur yang membutuhkan untuk diotomatisasi.

  1. 5. Jelaskan diagram aksi

Teknik sederhana yang menggambarkan diagram dekomposisi tingkat tinggi, struktur program secara umum dan struktur kendali program yang cukup rinci. Kebanyakan teknik-teknik diagram lainnya tidak mampu menggambarkan semacam itu.

Diagram Aksi juga memberikan gambaran grafis dari elemen struktur dari perangkat lunak di samping untuk pseudo-kode seperti teks.  Dalam Mengembangkan Diagram Aksi Gunakan diagram konstruksi: urutan, pengulangan, kondisi, modul, dan menyimpan data, untuk mengembangkan sebuah Diagram Aksi yang merupakan struktur proses sebagai diidentifikasi.

  1. 6. Jelaskan diagram navigasi data

Diagram yang menunjukkan alur akses yang melalui struktur basis data yang mana mereka akan digunakan oleh proses atau prosedur. Dengan CASE diagram ini dapat dibuat secara otomatis.


Perancangan Strategi System Informasi [V]

January 18, 2011 - 7:39 am No Comments
  1. 1. Apa yang dimaksud dengan lingkungan IS/IT saat ini

Lingkugan IS/IT saat  ini merupakan Keseluruhan proses analisis tersebut bertujuan untuk menetapkan kebutuhan yang perlu agar proses strategi dapat menghasilkan sesuai yang diperlukan untuk bisnis. Selanjutnya pemahaman yang telah diperoleh terhadap bisnis saat ini dan masa depan serta pemahaman terhadap lingkungan IS/IT saat ini dan masa depan, berkaitan dengan lingkungan internal maupun eksternal organisasi, akan dapat digunakan untuk mengembangkan rencana strategi IS/IT, dan dipetakan dalam suatu portfolio aplikasi masa mendatang.


  1. 2. Apa saja teknik-teknik untuk interpretasi dan analisis

TEKNIK                                                        PRODUK YANG DIHASILKAN

Analisis strategi bisnis             – Strategi bisnis termasuk misi dan objektif

- Inisiatif bisnis secara global maupun unit bisnis

- Prioritas bisnis

- Persyaratan IS yang perlu dipenuhi

CSF                                                     - Adalah area dimana aktifitas bisnis harus berjalan benar

- Membangun kepercayaan thd potensi IS/IT

- Pengukuran kinerja

Analisis SWOT                               – Analisis S, W, O, T terhadap internal/eksternal bisnis maupun lingkungan IS/IT

Analisis Balance scorecard      - Persyaratan tujuan bisnis dan informasi kunci

- Pengukuran kinerja Analisis portfolio strategi bisnis

- Pilihan terhadap investasi IS jangka panjang dengan   penekanan                                                                  terhadap posisi persaingan

Analisis Value Chain                          – Aliran informasi internal

- Model aliran informasi tingkat atas dan industry Rekayasa                                                                                proses bisnis

- Identifikasi proses bisnis inti

- Proses pendorong yang efektif yang ditemukan dalam                                                                                         pertemuan bisnis

- Opsi meng-improve proses bisnis

- Cetak biru redesain proses bisnis

- Hasil akhir dari IS/IT

Pemodelan organisasi                        - Penilaian menyeluruh terhadap bisnis dan lingkungan IS/IT

- Mekanisme menyaring aspek proses/bisnis yang akan diubah

Pemodelan bisnis                               – enterprise model : entitas, objek, proses, DFD,dekomposisi                                                                            fungsi, arsitektur konseptual

Evaluasi Portfolio saat ini                   – profil aplikasi saat ini

- cakupan dan konstruksi pemakai bisnis dan keputusan secara                                                                         teknis

- mempunyai andil pada strategi bisnis

Review infrastruktur IS/IT                 – daftar dari hardware dan software

dan penilaiana teknologinya               – penilaian terhadap organisasi SI, proses, skill dan metoda

Perancangan Strategi System Informasi [IV]

November 22, 2010 - 8:28 am No Comments
  1. Jelaskan cara menaksir dan memahami situasi lingkungan saat ini


cara menaksir dan memahami lingkungan bisnis organisasi saat ini (existing system), merupakan awal dalam upaya memahami berbagai hal yang mempengaruhi bisnis baik internal maupun eksternal. Pertama dilakukan analisis dengan memahami situasi bisnis saat ini, selanjutnya perlunya rekayasa proses bisnis (business process reengineering) bagi perusahaan, dilanjutkan dengan melakukan interpretasi strategi bisnis dan diakhiri dengan merumuskan ruang lingkup dari pengembangan strategi IS bisnis dan rencana implementasinya.

Memahami lingkungan saat ini dalam hal melakukan analisis terhadap keadaan saat ini untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap strategi bisnis, lingkungan bisnis dan lingkungan teknologi yang terdapat di dalam organisasi. Dan Terdapat dua tugas utama yaitu menentukan persyaratan IS/IT (disebut juga permintaan atas IS) dan pengumpulan data yang relevan untuk menyusun strategi.

(referensi : LN_Chapter 4)


  1. 2Apa yang dimaksud dengan rekayasa bisnis


Rekayasa Proses Bisnis adalah suatu pendekatan yang lebih bersifat komprehensif yang secara urgent dibutuhkan untuk menangani tantangan-tantangan situasi baru. Dan apa yang menjadi persoalan pada setiap kasus adalah bahwa teknologi-teknologi baru mampu mengubah bukan hanya proses bisnis, akan tetapi juga cara barang atau jasa diciptakan dan dipasarkan, struktur dan tujuan perusahaan, dinamika persaingan, dan perilaku aktual perusahaan.

BPR mempengaruhi operasi TI perusahaan dalam dua hal. Pertama, TI dapat menerapkan BPR untuk mendesain ulang sistem-sistem informasi yang hidupnya tidak dapat dipertahankan lagi dengan pemeliharaan biasa. Sistem-sistem ini disebut sistem warisan (legaly system) karena mereka terlalu berharga untuk dihapuskan namun menghisap sumber-sumber daya yang dimiliki oleh IS. Kedua, ketika sebuah perusahaan menerapkan BPR pada operasi-operasi utamanya, usaha ini akan selalu memberikan efek gelombang yang menyebabkan perancangan ulang sistem informasi.

(Referensi :  LN_Chapter 4, http://journal.uii.ac.id/index.php/JSB/article/view/1030/962 , http://zonaekis.com/implementasi-strategi )

  1. 3. Jelaskan cara menginterpretasikan strategi bisnis


Caranya adalah dengan memahami  dua hal pokok yang berpengaruh pada bisnis yaitu lingkungan bisnis internal dan strategi bisnis itu sendiri serta memperhatikan lingkungan organisasi dan lingkungan eksternal.

Elemen-elemen lingkungan bisnis internal yang perlu diidentifikasi dan dianalisis diantaranya adalah :

- Strategi bisnis tidak hanya sasaran dari perusahaan tetapi lebih diartikan dengan bagaimana atau usaha-usaha yang dilakukan dalam pencapaian sasaran itu.

- Proses bisnis yang berjalan, berbagai aktifitas dan entitas utama (pelanggan, persediaan, account) dan bagaimana entitas-entitas ini saling berhubungan.

- Lingkungan organisasi dalam arti strukturnya, asset, skill juga factor tangible seperti knowledge, nilai-nilai, kompetensi, budaya, dan relationshipnya.

Beberapa persyaratan dalam melakukan analisis strategi bisnis,diantaranya adalah :

a. Lakukan identifikasi strategi saat ini, dan mencari atau menemukan bagian-bagian strategi yang perlu diperbarui selama proses pengembangannya.

b. Sangat penting, melakukan interpretasi dan analisa dan menggambarkan struktur dari polanya. Hal ini dapat dijalankan bersama antara orang yang berkeahlian bisnis dan keahlian IS/IT

c. Buatkan daftar dan lakukan konfirmasi berbagai persyaratan ISnya.

Pada lingkungan organisasi juga mempertimbangkan kebutuhan proses dan informasi bisnis dari suatu organisasi, maka perlu juga memahami dengan jelas berbagai komponen organisasi yaitu struktur saat ini, hubungan diantara unit kerja serta komposisi tenaga kerja yang ada.

Lingkungan eksternal bisnis juga sangat penting , untuk itudiperlukan formulasi strategi pemahaman lingkungan dan peluang bisnis serta kontribusinya pada pembentukan strategi bisnis dan pengembangan inisiatif strategi IS/IT

Dan ada pun cara lain yang dipakai adalah dengan:

@ permanent objectives, diamna mencerminkan suatu misi dan tujuan keseluruhan perusahaan dan tujuan jangka  panjangnya.

@ strategic objectives, dimana perusahaan yang ingin dicapai dalam jangka menengah

@ tactical objectives, dimana perusahaan dan divisi dapat dan harus dicapai dalam jangka pendek untuk membuat tujuan strategis dan permanen dapat dicapai.

(Referensi : LN_Chapter 4)

Perancangan Strategi System Informasai [III]

November 22, 2010 - 7:03 am No Comments
  1. 1. Jelaskan apa yang disebut lingkungan strategi IS/IT

Lingkungan Strategi IS/IT merupakan perencaaan dalam pengembangan IT yang mendukung kegiatan proses bisnis berupa pola piker suatu  organisasi, yang berkaitan dengan perkiraan tentang aplikasi yang digunakan untuk bisnis, database, struktur pendukung bisnis, dan tekhnologi yang digunakan. Lingkungan strategis IT juga menunjukkan keadaan eksternal perusahaan yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk dapat bersaing .

  1. 2. Jelaskan tantangan dalam merencanakan strategi

Penentuann strategi bisnis memperhatikan faktor-faktor lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Pada setiap tingkatan dilakukan perbaikan mulai dari program-program pengembangan baru (propose), melakukan konsolidasi berbagai program tersebut agar optimal dan me-manage pengembangannya. Dan  hasil pengelolaan program kerja ini dipakai sebagai umpan balik terhadap strategi.

  1. 3. Bagaimana menetapkan proses strategi IS/IT

-Resource efficiency (Efisiensi sumber daya)

Pengelolaan sumberdaya masukan atau sumberdaya yang diperlukan dalam proses. Artinya dalam mengembangkan sebuah perencanaan strategi IS/IT berlaku asas efisiensi.

-Enrichment (pengayaan)

Berorientasi pada proses, artinya menghasilkan peningkatan melalui pengayaan (improvement), perluasan (enhancement) dan penyesuaian proses strategi IS/IT, yang terhubung pada setiap terjadinya perubahan dalam proses pembelajaran dan pemakaian

IS/IT secara terus menerus.

-Effectiveness

Berorientasi pada hasil, yang efektif dari pelaksanaan prose stragei IS/IT terutama

dikaitkan dengan ketrcapain sasaran organisasi.

Terdapat empat alasan utama organisasi mengadopsi proses strategi IS/IT:

a. Penyelarasan pemakaian IS/IT dengan kontribusinya terhadap bisnis organisasi, selanjutnya menentukan prioritas investasinya

b. Berusaha memperoleh manfaat ataupun keuntungan kompetitif dari kesempatan bisnis yang tercipta dengan pemakaian IT

c. Memperoleh biaya yang paling efektif, yaitu dengan memperhitungkan pemilihan teknologi/perangkat yang diperlukan saat ini tetapi juga upgradingnya dimasa datang

d. Pengembangan sumberdaya dan kapabilitas yang cukup memadai untuk keberhasilan pengoperasian IS/IT di seluruh unit organisasi

  1. 4. Jelaskan lingkup proyek strategi, sasaran dan harapan

Ruang lingkup perencanaan strategi IS/IT dalam organisasi ditentukan dengan kriteria :

-Strategi IS harus memenuhi kesepakatan tentang “what “, apa yang dapat dilakukan dengan memakai informasi, sistem dan teknologi serta cara pengelolaan sebagai sebuah bisnis atau bagaimana mengelola aplikasi dari sudut sebuah bisnis.

-Strategi IT dirancang untuk how teknologi dijalankan dalam menghasilkan informasi dan bagaimana sumberdayanya dikelola agar memnuhi kebutuhan bisnis.

-The Strategic Business Unit (SBU)

Pada sebuah organisasi yang besar, dimana terdapat banyak unit kerja, mengembangkan strategi IS/IT dapat dilakukan pada masing-masing unit, dan sedah berang tentu dimulai dari unit yang paling potensial Tetapi dapat saja pada sebuah organisasi cukup ssatu strategi IS/IT, utamanya bila masih terdapat sentralisasi wewenang dan tanggung jawab.

-Implikasi fokus strategi IS/IT di tingkat SBU

Pada beberapa kasus di perusahaan besar, sebuah corporate IS/IT yang dipusatkan dalam jangka panjang dapat mengurangi peran bisnis unit untuk menghasilkan sesuatu.

-Memilih langkah awal

Dalam menentukan ruang lingkup, bila dipilih pengembangan strategi bisnis unit;

kemungkinan akan terjadi kesulitan pada waktu menentukan mana diantaranya yang harus dipilih.

Choosing an Pertimbangan dalam menentukannya sebagai berikut :

- Adakah komitmen dan keterlibatan manajemen yang cukup dapat diandalkan;

- Adanya rencana bisnis yang jelas, dan pendelegasian yang diketahui semua pihak;

- Peraan dari IS/IT sudah dapat diterima di bisnis unit itu dengan baik

- Sudah ada perencanaan bisnis pada SBU tersebut.

Sasaran

Sasaran pengembangan strategi SI yang utama ditturunkan dari objektif bisnis dan

keinginan perubahan. Penting, adanya jaminan bahwa objektif itu dirasakan dan

diarahkan sesuai kondisi saat itu dan ketersediaan sumberdaya (lihat tabel 3.5, hal. 150).

Harapan

Adalah sekumpulan skenarioo yang menyatakan berbagai keinginan (lihat box 3.2, h.152)

- pemahaman yang diperoleh dari manajemen

- evolusi yang gradual dari strategi IS/IT

- diperolehnya tingkat kompetitif yang cukup tinggi

- menentukan prioritas untuk alokasi dari anggaran dan sumberdaya, dan lain-lain.

  1. Jelaskan kerangka kerja strategi IS/IT

Kerangka kerja strategi IS/IT dan pendekatannya

Kerangka kerja strategi IS/IT dijelaskan pada gambar 3.8, dimana sebagai masukan (INPUT) adalah hasil analisis internal dan kesternal baik dari sisi bisnis ataupun sis IT. Sedengkan keluaran (OUTPUT) dari proses-proses strategi itu terdiri dari tiga kelompok yaitu strategi IS, pengelolaan strategi dan strategi IT yang hasilnya digunakan untuk memetakan portofolio aplikasi yang direncanakan.

Input:

- Analisa lingkungan internal bisnis, terdiri strategi bisnis saat ini,sasaran, sumberdaya

- Analisa lingkungan eksternal bisnis, situasi ekonomi, industri iklim persaingan dll

- Analisa internal IS/IT, perspektif organisasi terhadap IS/IT, tingkat kematangan dll

- Analisa eksternal IS/IT, tren IS/IT, peluang dan manfaat bagi pihak eksternal

Output :

- strategi pengelolaan IS/IT, pengelolaan organisasi dan kebijaknnya

- strategi system informasi bisnis, artinya bagaimana tiap unit organisasi menggunakan IT untuk mencapai sasaran; selanjutnya dinyatakan dalam arsitektur informasi per unit

- strategi teknologi informasi, kebijakan dan strategi mengelola teknologi dan resource

Perancangan Strategi System Informasi [II]

November 22, 2010 - 6:54 am No Comments
  1. 1. Jelaskan tentang strategi dan perencanaan strategi yg alami ?

strategi adalah sekumpulan tindakan yang terintegrasi ditujukan untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam jangka panjang sehingga dapat memenangi kompetisi dengan pesaingnya.

Ada tiga proses yang berhubungan dalam membangun sebuah strategi yaitu :

- Strategi thinking, merupakan tindakan-tindakan creative, enterpreneural untuk pengembangan usaha

- Strategic planning, yang dilakukan secara sistematik, analisis secara komprehensip dalam merencanakan aksi/tindakan

- Opportunistic decision making, yaitu tindakan yang efektif terhadap ancaman dan peluang-peluang yang tak diperkirakan

  1. 2. Uraikan kerangka kerja strategi ?

Kerangka kerja strategi terbagi menjadi menjadi 3 :

  • lingkungan eksternal,
  • pressure group and stakeholder, dan
  • internall business strategizing and planning
  • lingkungan eksternal

Lebih dikenal dengan PEST (Political, Economic, Social, Technological)  yang sangat berpengaruh pada bisnis.

Pengaruh politik memberikan dampak yang cukup luas dalam dunia bisnis, misalnya dapat mengatur nilai tukar mata uang terhadap mata uang asing sehingga memberi dampak pengeluaran biaya yang besar.

Pengaruh ekonomi dalam dunia bisnis yang dapat memberi dampak global pada perusahaan dimana pengaruh ekonomi yang bergejolak dapat memberikan kendala yang sangat besar sehingga membuat bisnis perusahaan menjadi menurun bahkan bangkrut.

Pengaruh sosial dalam dunia bisnis memberikan dampak kemajuan bisnis perusahaan

tersebut dengan mengerti dan memahami sosial dan budaya yang berkembang pada masyarakat sehingga perusahaan dapat memberikan pelayanan yang terbaik.

Pengaruh teknologi dalam dunia bisnis dapat mempengaruhi jalannya proses bisnis pada perusahaan

  • internall business strategizing and planning

sebuah strategi dan perencanaan akan memuat sedikitnya tiga hal pokok yaitu objektif, analisa situasi dan rencana strategi yang akan datang.

A. Obyektif

Sasaran organisasi biasanya menyebutkan sasaran, pangsa pasar, kepuasan konsumen, pengembangan produk baru dan lainya

B. Analisa situasi (Strong, Weaknesses, Opportunity and Threats)

Pertama yang perlu diperhatikan adalah kekuatan dan kelemahan organisasi, dilihat dari sumberdaya, penguasanan teknologi dan metode, produk dan pengelolaan organisasi. Sedangkan elemen kedua adalah analisis terhadap lingkungan persaingan, jadi organisasi dapat mengidentifikasi dengan jelas posisi pasar dan pilihan-pilihan startegi yang akan datang. Kedua aspek tersebut disebut analisis SWOT.

C. Strategi masa mendatang

Setelah menyusun strrategi, selanjutnya dapat dievaluasi dengan menggunakan sejumlah criteria berdasarkan manfaat maupun kelayakann yang sesuai. Sebagai contoh :

1) analisis risiko disisi keuangan dan memperhatikan reaksi dari pesaing

2) tingkat kebutuhan organisasi dalam melakukan penetrasi secara ofensif atau

meningkatkan kontrol terhadap permintaan

  • pressure group and stakeholder

jadi pihak internal dan eksternal yang selalu menuntut kinerja optimal dari perusahan, kelompok ini dapat terdiri dari para pemegang saham, pesaing, pelanggan, pemerintah, karyawan, asosiasi dan masyarakat, meraka dicirikan dengan demand yang harus dapat dipenuhi oleh organisasi dan mengarahakan apa yang harus diproduksi organisasi dan oleh karenanya organisasi harus memperhatikan eksistensi mereka.

  1. 3. Jelaskan berbagai alat dan teknik yang dapat digunakan ?

Ada 4 alat dan teknik yang bisa digunakan yaitu :

  1. a. Matrik Boston Consulting Group (BCG)
  2. b. Diagram Product Life Cycle (PLC)
  3. c. Lima Daya Porter
  4. d. Analisis industry

Matrik Boston Consulting Group (BCG)

Matrik BCG dikembangkan berdasarkan dua persepsi yaitu daur perkembangan produk (product life cycle) dan keterkaitannya dengan market-share serta harapan tingkat keuntungan yang akan diperloeh secara ekonomis.

Diagram Product Life Cycle (PLC)

Product Life Cycle menjelaskan bahwa suatu perusahaan berkembang melalui sejumlah tingkatan atau tahapan perkenalan (introducing), pertumbuhan (growth), kedewasaan (mature) dan penurunan(declining).

Lima Daya Porter

Lima kekuatan yang mempengaruhi persaingan dalam suatu industri tersebut yaitu ancaman dari pendatang baru (threat of new entries), ancaman produk substitusi (threats of substitutes products), kekuatan tawar-menawar pemasok (bargaining power of supplier), kekuatan tawar-menawar pembeli (bargaining power of buyer), dan persaingan antar pelaku industry yang telah eksis (rivalry among existing firms).

Analisis industry

Manajemen akan berusaha menjawab berbagai pertanyaan tentang bagaimana pemakaian IS/IT dapat berpengaruh pada konstelasi dalam industri. Hal-hal yang perlu diperhatikan :

1) Bagaimanakah IS/IT berpengaruh pada nilai produk dan jasanya dan posisinya dalam

life cycle produk

2) Bagaiman IS/IT berpengaruh pada permintaan atas produk, apakah dapat mempengaruhi penentuan segmen pasar lebih efektif, menambah penguasaan pasar secara geografis atau menyediakan jalur distribusi baru untuk meningkatkan pemasaran perusahaan ?

3) Bagiaman IS/IT dapat membuat biaya lebih efisien atau mengubah perimbangan dalam perdagangan serta standarisasinya

  1. 4. Apa saja yang dimaksud dengan sumber daya strategi ?

1. Operational excellence: memungkinkan memperoleh produk atau jasa yang realistis,

mudah dan biaya yang sesuai bagi pelanggan.

Contoh : Dell, WallMart, FedEx, dan General Electric

2. Customer intimacy: menentukan target pasar yang sangat tepat dan memproduksi sesuai kebutuhan setiap segmen atau kelompok pasar.

Contoh : Home Depot, Kraft, Frito Lay, RS Component

3. Product leadership: pengembangan produk yang berkesinambungan dan terarah pada

kebutuhan dan kepuasan pelanggan.

Contoh : Johnson and Johnsosn, 3M, dll

Perancangan Strategi System Informasi [I]

November 6, 2010 - 11:12 pm No Comments


  1. 1. Apa saja faktor keberhasilan sistem informasi strategis ?


a Fokusnya lebih pada Eksternal, bukan internal:

Lebih memperhatikan pelanggan, pemasok, industri lain, relasi usaha lainnya. Bukan seperti tradisional IS/IT yg lebih melihat ke internal organisasi.

b. Meningkatkan nilai bukan memotong biaya:

Melakukan proses bisnis yang terbaik, bukan yang termurah kelihatannya masih merupakan semboyan utama. Hal ini sesuai dengan prinsip diferensiasi: better products,better services.

c. Berbagi manfaat:

Berbagi manfaat diantara anggota perusahaan, dengan pemasok, pelanggan, bahkan pesaing dalam berbagai situasi.

d. Pemahaman kepada konsumen:

Memperhatikan apa yang diharapkan oleh konsumen terhadap jasa dan produk perusahaan, manfaat dan nilai apa yang bisa peroleh.

e. Inovasi yang mendorong bisnis, bukan mendorong teknologi:

Tekanan persaingan menimbulkan inovasi yang kemudian memanfaatkan IT untuk keunggulan bersaing.

f. Peningkatan pengembangan:

Dengan melakukan pengembangan secara bertahap maka mendorong pengembangan yang berkelanjutan.

g. Pemanfaatan informasi yang diperoleh:

Pesanan melalui telepon/fax dan data yang diperoleh dipakai organisasi melakukan analisis pasar dan produk untuk melihat pola pembelian konsumen. Data yang diperoleh dapat dilakukan analisis lebih lanjut untuk mendapatkan kesimpulan baru dari perilaku konsumennya maupun produk atau jasa yang akan dihasilkan.

  1. 2. Apa implikasinya kepada manajemen ?


Implikasinya adalah organisasi dapat membangun visi mereka dalam menghubungkan IT dengan organisasi mulai dari level paling bawah sampai level strategic. Dengan lebih memfokuskan pada tiap tingkatan pemanfaatan IT mulai tingkat pengolahan data (DP), tingkat MIS dan tingkat

sistem informasi strategik (SIS).  Dimana Aplikasi DP lebih memfokus pada otomasi untuk efisiensi proses-proses bisnis; adapun MIS lebih diarahkan pada pemenuhan kebutuhan informasi bagi manajemen, terutama dalam mendukung tugas mereka dalam pengambilan keputusan dan pengawasan; Sedangkan SIS mempunyai dua perbedaan dibandingkan DP/MIS yaitu :

(1) lebih memperhatikan faktor luar misalnya pesaing, pelanggan, pemasok dll, selanjutnya mengidentifikasi faktor intern apa yang dapat meningkatkan tingkat tawar-menawar terhadap faktor eksternal tersebut;

(2) Pimpinan memerlukan justifikasi investasi dalam penerapan strateginya.

Aplikasi-aplikasi pada seluruh tingkatan DP, MIS dan SIS perlu dipetakan dalam suatu rencana portfolio dan dikelola sesuai kondisi saat ini dan diarahkan untuk kebutuhan bagi organisasi dimasa yang akan dating. McFarlan dan menjelaskan bagaimana kontribusi IT terhadap kebutuhan bisnis saat ini maupun masa mendatang dan ini didasarkan atas impactnya terhadap industry.


  1. 3. Apa pengertian strategi IS/IT


Information System (IS) Strategi didefinisikan sebagai sistem untuk menyediakan segala keperluan informasi bagi organisasi atau aplikasi-aplikasi yang digunakan untuk mendukung strategi bisnis, sedang sasarannya adalah dampak pada tingkat kompetetitif organisasi dan penyelarasannya pada kebutuhan.

  1. 4. Mengapa perusahaan harus memiliki strategi IS/IT


Karena perusahaan yang tidak memiliki strategi IS/IT  akan banyak mengalami kerugian yang dialami oleh perusahaan, diantaranya :

a. Investasi pada IS/IT mungkin tidak mendukung sasaran bisnis,

b. Sistem tidak terpadu, ada kemungkinan duplikasi,

c. Tidak punya alat utk menentukan prioritas proyek IS dan selalu terjadi perubahan sehingga menurunkan produktifitas,

d. Tidak punya alat utk menaksir tingkat optimum sumber daya informasi,

e. Buruknya pengelolaan informasi,

f. Strategi teknologi tidak kohereen,

g. Semua proyek hanya dievaluasi pada basis keuangan semata , dan lainnya.

  1. 5. Apa saja ruang lingkup strategi IS/IT

Ruang lingkup strategi IS/IT terdiri  dalam dua perspektif. Perspektif internal berfokus kepada peranan IT kepada organisasi. Sedangkan perspektif eksternal pengaruh penggunaan IT sangat kompleks (overal dynamic IT).

Konteks internal

a.Infusi: derajat dimana suatu organisasi menjadi tergantung pada IS/IT utk melaksanakan operasi utamanya dan mengelola bisnisnya

b.Difusi: derajat dimana IS/IT menjadikan organisasi cerai-berai dan pengambilan keputusan utk memanfaatkannya berpindah-pindah.

Lingkungan strategi IS/IT

a. Difusi rendah/infusi rendah:

Kontrol terhadap penggunaan sumberdaya IT sangat terpusat, namun penggunaan aplikasi IS relatif tidak kritikal. Organisasi memanfaatkan aplikasi untuk meningkatkan efisiensi berbasis system informasi.

b. Difusi rendah/infusi tinggi:

Kontrol terpusat pada aplikasi-aplikasi Sistem Informasi yang kritikal dalam mendukung operasi dan pengawasan binis. Operasional organisasi dapat terhenti apabila sistem berbasis teknologi informasinya mengalami gangguan

c. Difusi tinggi/infusi rendah:

Desentralisasi kontrol, dan memberikan pada manajemen menyediakan kebutuhan lokalnya sendiri. Integrasi dari semua sistem yang terdistribusi tersebut dilakukan berdasarkan teknologinya belum mengkaitkan antara bisnis dan IT

d. Difusi tinggi/infusi tinggi:

Desentralisasi namun ketergantungan operasional organisasi sangat kuat kepada penggunaan IT. Keduanya menghilangkan kelemahan dan mengarahkan penggunaan IT pada sasaran (objectives) organisasi

Pert. 2 Diskusi.

1. Jelaskan maksud dan apa yg terjadi pada zaman system informasi strategis


Pada zaman system informasi strategis banyak perusahaan mulai menggunakan teknologi informasi (IT) sebagai cara untuk melakukan perubahan dalam bisnisnya. Era teknologi ini terjadi pada tahun 1970an, karena penggunaan IT secara langsung sangat mempengaruhi posisi kompetitif mereka dan menjadi strategi dalam meningkatkan daya saing, hal ini menyiratkan suatu hubungan antara investasi IS/IT dengan strategi dalam pengembangan bisnis. Hingga berkembang pada tahun 1980an dimana Banyak perusahaan melihat bahwa keunggulan dapat diperoleh melalui analisis bisnis secara seksama dan mengidentifikasi peluang-peluang yang ada. Hal ini merubah secara mendasar teknik-teknik analisis tradisional dengan mulai memperhatikan penggunaan IT/IS, termasuk strategi pengembangan dan alat perencanaannya. Dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih dan persaingan bisnis yang semakin ketat penggunaan SIS pada tahun 1990 sampai sekarang sangat diperlukan oleh banyak perusahaan, karena perusahaan yang berhasil bertahan dalam persaingan dengan menerapkan IT pada perusahaannya. Dimana terdapat  40% perusahaan punya kinerja di atas rata-rata selama beberapa tahun dan 20% tetap unggul bersaing selama lebih dari 10 tahun.

2.Pemanfaatan strategis dari sistem dan teknologi informasi


Terdapat empat jenis utama pemanfaatan, yaitu :

1. Berbagi informasi antara perusahaan dengan pelanggan atau perusahaan dengan pemasok

2. Hal itu menyebabkan efektifnya integrasi untuk penciptaan penambahan nilai perusahaan

3. Juga menyebabkan perusahaan mudah mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan

melayani pelanggan

4. Mendukung pucuk pimpinan utk mengembangkan dan mengimplementasikan strategi